Jangan Berhenti Bermimpi

2 tahun lalu…

Sebuah perwujudan atas keberanian bermimpi. Kantor Bumi Langit Grup lantai dua.

Mak Muri anak sopir angkot, berani-beraninya punya mimpi bangun rumah dengan desain sesuai keinginan dan tanpa riba. Eh Allah kasih…

Nikah modal nol, pindah kontrakan sana-sini udah lupa berapa kali, saking banyaknya.

Eh sama Allah dikasih tempat usaha tetap, tanpa harus bayar sewa bulanan, dan adanya di halaman rumah pula. Jadi bisa tetap dekat keluarga.

Begitulah Allah. Kalau kita pakai logika, seringnya otak kita gak nyampe. Gak sanggup kita mikir apa yang belum terjadi.

Tapi kita diberi sesuatu sama Allah yang namanya “bermimpi” dan itu gratis.

Mimpi + doa + memantaskan diri + izin Allah = kenyataan

Ayo Mak, jangan takut bermimpi besar.

Bagi kita besar, tapi bagi Allah itumah keciiiil banget.

Sesungguhnya yang mewujudkan bukanlah kita, tapi Allah.

Sepakat Mak?

PENJUALAN BELUM LARIS, MUNGKIN LUPA INI

If you want to change your life, you have to raise your standards.” (Tony Robbins)

Apa hubungannya “jualan laris” dengan kalimat Tony Robbins?

Jualan laris adalah salah satu wasilah untuk membuat kehidupan kita menjadi lebih baik. Bahkan gak cuma untuk diri pribadi, keluarga besar, karyawan, mitra, vendor, dll. Mereka juga pada akhirnya akan kecipratan dari hasil larisnya olshop kita.

Salah satu yang kadang lupa disadari oleh kita adalah, “Apa yang kita dapat saat ini memang sudah sesuai takarannya.” Faktor SEBAB – AKIBAT. Apa yang kita dapat, adalah apa yang kita usahakan. Baik berupa kinerja dalam bisnis, amalan, ketakwaan, dst.

Jika ingin mendapatkan hasil yang lebih banyak, maka RAISE YOUR STANDARDS dong! Sehingga hasilnya bisa di atas standar yang sudah kita dapatkan kemarin. Ya patokannya adalah kemarin (satu hari sebelum hari ini), bukan pekan lalu, bulan lalu atau pun tahun lalu.

Kenapa?

Bisa jadi bulan lalu hasil kita bagus, namun bulan ini menurun drastis. Maka standar yang dinaikkan oleh kita adalah standar kerja yang hari ini dibanding hari kemarin, bukan bulan lalu.

Apa saja yang kita lakukan kemarin, hari ini standarnya harus naik! Kalau biasanya jawab chat sehari 50, maka hari ini harus 100.

Sampai sini paham kenapa Tim Mak Muri chatnya bisa diatas 2.000 sehari? Yes, karena kami menggunakan prinsip RAISE YOUR STANDARDS.

Hal tersebut didukung oleh KAIZEN yang masuk dalam budaya perusahaan kami. Yang sudah baca buku #BOAP Bisnis Onlie AutoPilot, pasti paham.

Di semua divisi, setiap hari harus KAIZEN untuk mewujudkan RAISE YOUR STANDARDS, agar realistis dalam mewujudkan impian SAMPAI TARGET (yang targetnya juga naik terus).

Kalau saat ini cuma pakai Facebook dan Instagram saja untuk pemasaran, RAISE YOUR STANDARDS dong, pakai TikTok dan YouTube juga.

Jika baru satu “pintu masuk” dari corporate branding, RAISE YOUR STANDARDS dong, optimalkan juga Personal Branding dan bangun komunitas.

Ketika hanya 1 produk yang dijual, RAISE YOUR STANDARDS dong, jual 10 produk biar bisa cross/up selling.

Yuk mundur sejenak, lihat diri kita dari jauh. Apakah target yang ingin kita capai, bisa terwujud dengan “standar diri dan kinerja” yang apa adanya saat ini?

Jika belum, maka apa saja yang harus ditingkatkan?

– Strategi Pemasaran

– Teknik Penjualan

– Efisiensi Kinerja

– Networking Vendor/Supplier

– Pengelolaan SDM

atau apa?

Jangan tanya aku ya, Mak. Tanya sama diri sendiri. Kan Emak yang tahu kondisi diri dan bisnis Emak saat ini.

RAISE YOUR STANDARDS dalam kebermanfaatan hidup juga boleh banget ya, Mak. Jika standar Emak dapet margin 10 juta sebulan sudah cukup, coba naikin jadi 100 juta sebulan. Yang bisa Emak bantu jadi gak cuma keluarga dekat, tapi sampai keluarga jauh, tetangga sekampung, panti, pesantren, masjid, cagar alam, dll. Maa syaa Allah tabarakallah…

Hayu RAISE YOUR STANDARDS dalam hidup yang cuma sementara ini. Mumpung masih ada kesempatan mengumpulkan bekal akhirat.

Aku doain Emak jadi orang paling dermawan di kampung halaman. aamiin…

Doain aku juga ya, Timku kuat dengan standar yang baru. Untuk memastikan kami sudah berada di jalur yang benar, setiap saat data selalu terupdate di tembok. Jadi aku dan tim bisa pantau pencapaian setiap waktu.

Deg-deg ser rasanya tuh… Gak pernah berada di zona nyaman. Naikin standar terus. Proses bertumbuh memang gak enak. Tapi manis buahnya. In syaa Allah…

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

KEADAAN BISNISNYA SAMA, KENAPA HASIL DIA LEBIH BANYAK?

Membandingkan diri kita dengan orang lain, itu kadang bikin sedih, sakit hati, dan kecewa. Apalagi kalau ternyata hasil kita dibawah mereka.

Sekolahnya barengan, tapi dia sekarang sukses banget.

Dulu ngantor bareng, tapi dia sekarang lebih sejahtera.

Mulai bisnisnya samaan, tapi kenapa hasilnya beda? Dia udah kemana-mana, kita gini-gini aja.

Kadang gak habis pikir, kenapa bisa beda banget hasilnya. Ngerasa apa yang kita lakukan udah sama atau sebanding dengan kinerja dia juga. Lalu apa yang membedakan?

Yes, ada yang membedakan. Dan itu gak kasat mata. Ghoib. Bukan jaga lilin kayak fotonya Lesti yang lagi viral.

Pagi ini aku baca lagi buku Self Coaching, halaman 62. Yang selama ini aku kerjakan ternyata ada secara teorinya. Nama teorinya adalah COGNITIVE-BEHAVIOUR MODEL.

Model ini membuat kita lebih sadar dengan pikiran kita. Kita akan menemukan sebab di balik emosi negatif. Kita pun tahu cara agar merasa lebih baik serta memunculkan tindakan yang diperlukan agar kita dapat mencapai hal-hal yang diinginkan.

Model ini dapat mengubah kehidupan Emak selamanya.

Situasi – Pikiran – Perasaan – Tindakan – Hasil

Situasi: apa yang terjadi di luar diri kita, kita tidak dapat mengendalikan.

Pikiran: apa yang terjadi di dalam benak kita, ada dalam kendali kita.

Perasaan: apa yang kita rasakan dalam tubuh kita disebabkan oleh apa yang kita pikirkan bukan oleh situasi kita.

Tindakan: apa yang kita lakukan didorong oleh perasaan, dipicu oleh pikiran.

Hasil: apa yang kita dapatkan sebagai konsekuensi dari tindakan kita.

Akar dari tindakan kita adalah pikiran dan perasaan kita. Sulit mengubah tindakan jika kita tidak mengubah sebabnya. Lebih sulit lagi mengubah hasil bila kita tidak mengubah cara berpikir kita.

Kita memiliki kebebasan memilih apa yang akan kita pikirkan, apa yang akan kita rasakan, apa yang akan kita lakukan. Situasi yang sama, dapat memicu perasaan yang berbeda dan kita bebas memilih emosi yang akan kita rasakan.

Marimar

– Suami lupa dititipin belanjaan saat pulang kerja.

– Mak jadi sedih dan marah.

– Mak dan suami jadi berantem.

– Hubungan suami istri jadi renggang.

Esmeralda

– Suami lupa dititipin belanjaan saat pulang kerja.

– Mak memaklumi suami capek dan ruwet kerjaan.

– Mak minta tolong lagi atau pesen online.

– Hubungan suami istri baik-baik aja.

Nah, Emak mau jadi yang kayak Marimar atau Esmeralda?

Rudolfo-nya sama, tapi bagaimana Emak mengendalikan pikiran itulah yang akan menyebabkan hasil yang berbeda.

Jadi kalau nerima komplenan konsumen, ya senyumin aja. Dengerin baik-baik, lalu lakukan evaluasi. Beda hasilnya kalau kita ngomel, lalu blokir konsumen.

Karyawan nyebelin, senyumin aja, perbaiki SOP nya supaya dia kerja sesuai dengan standar yang Emak harapkan. Kalau perlu, berhentiin dan rekrut lagi. Santuy, pengangguran masih banyak kok, bukan dia doang yang mau kerja.

Gagal produksi jutaan, senyumin aja. Emang sadar masih belajar, banyak gak ngertinya. Jadikan pelajaran, catat apa yang harus diperbaiki, lalu mulai lagi.

Kompetitor bikin produk serupa, senyumin aja. Itu artinya kita harus terus berinovasi lagi, biar makin cetar membahana.

Kita nih kadang kalau gak ada yang nge-push, jadi mager. Kudu dikejar anjing galak biar bisa lari kenceng. Masih mau baperan terus ngadepin situasi sekarang? PPKM diperpanjang, senyumin aja. Cari solusi gimana supaya orderan tetep deras.

Orang nyinyirin kita jualan mulu, senyumin aja. Doain dia duitnya banyak lalu belanja ke kita.

Jika kita ingin mengubah hasil, maka kita perlu mengubah tindakan/perilaku kita. Untuk mengubah tindakan/perilaku, maka kita perlu mengubah perasaan kita. Untuk mengubah perasaan kita, ubah dulu pikiran kita.

Maa syaa Allah seger pagi-pagi baca buku Self-Coaching by Darmawan Aji. Aku dapetinnya di wa.me/6287848261039

Janganlah ngomel-ngomel dan grenengin situasi, nanti kayak muka aku tuh. Jelek kan kalau marah. Mending senyumin aja biar kita juga tetep cantiiik.

Bismillah… Apa pun situasinya, kita jaga terus pikiran kita ya, Mak. Biar menghasilkan perasaan yang baik, sehingga membuahkan tindakan yang cakep, dan terwujud hasil sesuai target pencapaian, aamiin…

Aku doain bisnis Emak terus bertumbuh.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

BIAR GREGET WUJUDKAN IMPIAN

Tipe orang yang takut merangkai mimpi:

“Ah masa iya aku bisa mencapai itu?”

Tipe orang yang bosen merangkai mimpi:

“Impianku tahun ini sama dengan resolusi tahun kemarin.”

Tipe orang overthinking:

“Nanti gimana cara memulainya, trus kalo ditengah jalan aku gak bisa gimana, apa nanti kata orang.”

Sini aku cubit kamu Mak kalo masih jadi orang-orang seperti itu.

Aku mau sharing nih isi buku Self Coaching karya Darmawan Aji. Pas aku baca halaman 146, ada kalimat “relasi dengan tujuan”.

Ternyata Mak, relasi kita dengan tujuan, akan mempengaruhi perasaan kita saat memikirkan tujuan yang kita rangkai. Bila kita memiliki relasi yang kurang baik, kita cenderung merasa hopeless, stres dan khawatir saat memikirkannya.

Sebaliknya jika relasi kita baik maka kita akan cenderung happy dan excited di sepanjang perjalanan kita.

Menurut Michael Neill, ada tiga macam relasi kita dengan tujuan, yaitu:

1. Goal Acquisition

Memposisikan tujuan sebagai sesuatu yang harus dikejar. Ini Mak Muri banget 😆 Kita memposisikan tercapai dan tidak tercapainya goal dengan menang/kalah.

2. Goal Attraction

Memposisikan tujuan sebagai sesuatu yang bisa ditarik ke dalam hidup kita. Pikirkan tujuan, kirimkan keinginan pada semesta (tentu kita memahaminya sebagai Allah sang pemilik semesta) dan semesta (Allah) akan mewujudkannya menjadi nyata.

Ini aliran goal setting di buku The Secret, ada yang pernah baca Mak? Hati-hati menggoyang tauhid ya Mak kalo baca buku itu. Kita sebagai muslim persepsikan bahwa kita harus “berprasangka baik kepada Allah”. Nah prasangka baik kita itulah yang fokus menyatakan Allah mampu mewujudkannya.

Kudu fokus dan intens dalam berprasangka baik sama Allah, jangan ada keraguan sedikitpun. Kalo aku sering bilang “Allah aja bisa bikin gunung, pasti bikinin ruang kelas untuk SAO seperti yang aku inginkan juga bisa.”

Hanya tinggal kita berkaca untuk “pantas gak” dikasih? Pantaskah dengan ikhtiar dan ketakwaan, jangan mager.

3. Goal Creation

Memposisikan tujuan sebagai proses ko-kreasi antara kita dengan Tuhan. Manusia tidak seperti makhluk lainnya, diberi anugerah daya cipta dengan pikirannya.

Dengannya kita dapat menciptakan sesuatu, berinovasi, mendesain perwujudan tujuan dan sebagainya. Kita diberi ‘kebebasan’ berkreasi dalam hidup kita. Namun, dalam prosesnya, kita tidak bisa melakukannya sendiri. Kita perlu ‘bekerjasama’ dengan Tuhan.

Tugas kita dalah menetapkan tujuan sebaik mungkin, mendesain rencana, dan menjalankan ikhtiarnya. Namun apakah tujuan itu akan terwujud atau tidak bukan hak kita. Perwujudan tujuan adalah hak Allah sepenuhnya.

Sebagai co-creator kita gak boleh kecewa. Terima apapun yang terjadi, gunakan sebagai bahan untuk kreasi berikutnya. Hasil ada di luar kendali kita, namun menyempurnakan proses ada dalam kendali kita sepenuhnya.

Wah rekomen ini bukunya Mak, “Self Coaching” bikin pikiran makin terbuka dan hati tenang. Keren emang coach Darmawan Aji bikinnya. Aku udah punya beberapa buku beliau, dapet di bit.ly/InfoBukuBaru

Tiga poin di atas kita terapkan dalam menjaga relasi kita dengan tujuan. Mengolah rasa dan asa, itu penting banget. Kadang ngotot pengen terwujud. Terus maksa maunya cepet-cepet.

Dengan memiliki tujuan yang jelas dalam menjalankan bisnis/hidup. Bikin kita gak gampang bosen, gak sempet galau, gak buang waktu menunda. Apalagi kalo pasang deadline yang kejam. Aku banget ini mah.

Alhamdulillah maa syaa Allah Tabarakallah izin Allah satu-satu impianku Allah wujudkan. Diantaranya ruang kelas di foto ini. Ketika awalnya merintis akhir 2018, SAO itu pelaksanaannya di ruang tamu rumahku Mak.

Ya dinikmati saja prosesnya. Sabar nabung, setting goal lagi, ikhtiar memantaskan diri. Alhamdulillah maa syaa Allah Tabarakallah, hitungan bulan ruang kelas SAO bisa digunakan. Ya walau gak 100% sesuai impian yang aku cari fotonya di Pinterest. Tapi Alhamdulillah udah happy banget dengan yang Allah kasih.

Kalau aku bisa, kamu juga bisa kok Mak.

Praktekin 3 poin di atas ya. Bismillah satu-satu impian Mak terwujud aamiin…

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

AGAR KONSUMEN CEPET TRANSFER

Sudah dikasih rekapan, tapi gak transfer-transfer. Ada yang ngalamin hal kayak gitu, Mak?

Padahal saat nanyain produknya udah chat 3 hari 3 malam. Puluhan foto minta dikirimin. Pakai nawar pula.

Sabar… Sabar Mak.. orang sabar rejekinya lebar, aamiin…

Gimana sih Mak Muri biar konsumen tuh gak nunda-nunda gitu? Langsung gercep transfer.

Okey Mak, kita bahas yuk. Aku juga baru dapet beberapa insight baru nih dari hasil baca buku pagi ini di pojokan markas. Markas lama tapi suasana baru, biar seger gitu. Maa syaa Allah Tabarakallah jadi bikin good mood saat belajar.

Ketika kita ngiklan atau chat dengan calon konsumen, coba tambahkan beberapa pemicu agar konsumen segera melakukan transaksi, gak pake nunda.

1. Serakah

Serakah dalam arti yang bagus untuk meningkatkan penjualan. Konsumen merasa bayar sedikit tapi dapetnya banyak. Misalnya kalo beli 1 harganya 100rb, tapi kalo beli 3 cuma 250rb.

Beli 2 Inner Ninja RAZHA, gratis 1 Ciput.

Beli 1 buku, dapet 5 eBook tambahan.

Nah kita tinggal pinter-pinter kasih bonus tapi gak bikin boncos. Lalu bonusnya ada batas waktu. Kalau masa promonya habis, konsumen gak bisa dapat.

2. Harapan

Kalau gabung jadi reseller, bisa punya income tambahan 1 juta per bulan, tanpa nyetok. Syaratnya cuma beli 1 produk di awal.

Dengan memudahkan orang jadi reseller, cara ini memacu mereka untuk beli dulu 1 sebagai sampelnya. Nanti setelah itu mereka baru ngejar penjualan.

Bisa punya tabungan umroh dari jualan gamis.

Kalimat itu juga bisa menggugah calon konsumen untuk memiliki harapan agar mau gabung dengan kita.

3. Cinta

Orang tuh kadang pelit sama diri sendiri, tapi rela beliin sesuatu untuk orang yang mereka sayang. Misalnya ketika jualan baju anak, kita pancing dengan kalimat “Maa syaa Allah anaknya nanti suka sama gamisnya cantik banget jadi betah berhijab sejak dini”.

“Kalau wajah bunda makin glowing, suami bakal makin betah di rumah dan makin sayang.”

“Wah pasti suami seneng banget ya dapet hadiah baju baru dari istri tersayang.”

4. Bukti

Dalam dunia online, orang lain gak akan tau kita laris manis jika bukan kita yang infokan. Ya kan Mak.. Maka membuat konten dengan mencantumkan data, itu bisa memancing orang penasaran.

“Gak nyangka, baru 10 hari launching, buku BOAP udah terjual 2.764 maa syaa Allah.”

“Nyesel cuma bikin dikit, baru 3 hari udah habis 500pcs. Mau restock ah buat yang gak kebagian.”

Tapi gak boleh bohong ya.

5. Spesial

Orang seneng merasa diistimewakan. Jadi buatlah mereka merasa seperti itu.

Khusus Alumni SBO, dapet harga spesial cuma 1.000 perak untuk Template Desain Konten sosmed di YUUKA.

Khusus yang udah punya anak, dapet diskon tambahan sesuai jumlah anak.

6. Nakutin

Bikin mereka gak nunda lagi untuk segera chat dan transaksi. Berikan rasa takut gak kebagian.

Produknya terbatas nih, hanya untuk yang chat duluan ya.

Promonya cuma 2 hari aja, maaf yang chat lewat dari tanggal 10, gak kebagian.

Wah hari ini terakhir untuk dapetin bonus kelas zoom “Strategi Banjir Order” bagi yang beli buku EEJJ.

Baru 6 jurus tuh yang keluar, masih banyak jurus lainnya. Tapi ini dulu deh praktekin ya. Sesuaikan dengan bisnis Mak masing-masing.

Terus poles strategi iklan dan cara chatting ke konsumen. Hanya menunggu waktu untuk mendapatkan buah atas konsistensi dan kegigihan dalam belajar.

Bisnis itu bukan teori, hanya TINDAKAN yang akan mendatangkan orderan.

Semangat praktik, Mak.

Aku doakan omzet bulan ini naik 10x lipat aamiin…

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

KENAPA KPI PENTING UNTUK ONLINE SHOP?

Pernah gak, ngerasa kita udah kerja keras tapi kok kayak gak ada hasil. Atau udah minta karyawan ngerjain ini itu, tapi omzet segini-segini aja? Mungkin itu disebabkan “Gak ada KPI diantara kita”.  hihiiii…

Jadi kita cuma ngasih jenis pekerjaan, tanpa ada tolok ukur kesuksesan. Itulah sebabnya diperlukan adanya KPI dalam Online Shop.

Apa sih Mak KPI itu?

Key Performance Indikator disebut juga indikator kerja atau ukuran kinerja terpilih. “KPI merupakan metrik finansial atau nonfinansial yang digunakan untuk membantu suatu organisasi menentukan dan mengukur kemajuan terhadap sasaran organisasi.” -Wikipedia-

Dengan KPI, kita jadi tahu nih, Olshop kita memang sudah pada jalurnya, masih jauh dari tujuan atau malah salah arah. KPI itu bukan untuk dirapatin di akhir bulan. Wah ini udah keburu babak belur, eh kita baru tahu. Bahkan KPI ini aku minta karyawan setiap hari setor Mak.

KPI untuk Olshop apa aja?

Di antaranya:

– Margin

– Layanan

– Kepuasan konsumen (termasuk komplen juga ada di point ini)

– Jangkauan market baru

– Penambahan konsumen

– Engagement sosmed, dll.

Poin penting dalam penyusunan KPI itu harus ada beberapa hal ini (lebih rinci juga bagus banget tentunya Mak):

1. Ada sasaran/target

Bukan cuma CS/Sales yang ada target omzet, bagian pemasaran misalnya, setiap konten itu harus ada goal/target. Misalnya untuk naikin engagement, edukasi calon konsumen, atau datengin leads.

2. Dapat diukur

Inget baik-baik kalimat ini “Kalo gak bisa diukur, maka gak bisa diatur”. Semua kinerja karyawan harus ada tolak ukurnya. Ketika kita tanya ke CS, “Gimana chat hari ini?” lalu dia jawab “Lumayan Bu”. Kita udah seneng donk, eh ternyata lumayan bagi dia itu 10 chat. Padahal versi kita adalah 100 chat. Pusing kan. Kalo aku maunya, semua harus terukur dengan angka. Sebab angka bukan persepsi, jadi semua orang tahu. Gak akan ada salah paham.

3. Punya data pembanding & bukti

Enaknya ketika KPI ini sudah berjalan. Mak bisa bandingkan data pekan ini dengan pekan lalu, bulan ini dengan sebelumnya, iklan A dengan iklan B, cara hari ini dengan cara kemarin, dst. Maka wajib banget punya database berbagai hal. Wajib ada “dokumentasi data” dari setiap hal yang dilakukan dalam Olshop.

4. Pasang deadline

Semua divisi, dalam melakukan pekerjaan, wajib dikasih batas waktu. Kalo gak gitu, bisa bablas gak beres-beres atau gak nyampe target jadinya. Molooorr terus… Misalnya, dalam waktu 1 pekan, harus ada kenaikan engagement 200%. Sangat memungkinkan loh hal ini terjadi. Dengan batas waktu, bikin kepepet. Kreativitas jadi gampang bermunculan.

“The Power of Kepepet” itu penting banget dalam hidupuku Mak. Dari awal merintis RAZHA 2011 tuh, aku ngerasa banget bedanya, antara gak kepepet dengan kepepet.

Kepepet pengen umroh bareng keluarga.

Kepepet mau punya rumah sendiri.

Kepepet biar bisa ganti mobil yang gak mogok.

Kepepet harus bangun kantor biar misah dari rumah agar ada privasi.

Kepepet ini itu….

Aku tuh orangnya boros, kalo liat duit nganggur bawaannya pengen transferin ke mana-mana alias jajan. Jajannya Mak Muri ngeri loh, beliin anak Lego ori, jastip IKEA pas dateng pake mobil box gede, cuci mata di Informa eh tau-tau beberapa hari kemudian dateng deh yang segede truk tulisannya Informa, main sebentar eh pulangnya borong tanaman yang anu.

Karena aku tau kelakuanku, makanya aku tuh wajib ada tujuan yang jelas terhadap penggunaan uangnya. Harus sudah di poskan untuk apa. Dan pasang deadline. Jadi ketika ada uang, gak gampang lagi untuk jajan. Sebab sudah tahu harus dialokasikan untuk apa.

Biar aman juga, sebagian aku beliin Logam Mulia. Jadi uang gak di rekening yang gampang ditransfer.

Hayu kita tetapkan goal yang jelas dalam bisnis dan penggunaan uang. Biar gak ada lagi penyesalan ngerasa gak punya apa-apa atau gak jadi apa-apa nih dari kerja keras ngurus Olshop.

Aku doakan hasil dari bisnis Mak bisa berbuah 1.000x lipat dari modal awalnya. Aku sudah menikmatinya, kini giliran Mak. Aku bisa, Mak juga bisa. Yang penting kuncinya jalani bisnis dengan ilmu.

Ilmu bisa didapat dari buku, masalahnya udah pada beli tapi gak dibaca, ya gak ngaruh bikin sukses.

Untuk yang belum kebagian Buku BOAP “Bisnis Online AutoPilot – Cara Rekrut dan Kelola Karyawan Online” bisa manfaatkan Promo Merdeka! Buku BOAP

Diskon 45%

Free Ongkir se-Indonesia

Bisa COD

https://bit.ly/InfoPromoMerdeka45

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

MANAJEMEN STRES NGURUS BISNIS VS KELUARGA

Naluri seorang ibu, pengennya semua hal diurusin dengan hasil yang sempurna. Kalau gak dipegang sendiri, kadang gemes, karena beda standar hasil. Ngerasa gitu gak sih, Mak? Ibu pengen kali ya kayak octopus, punya banyak tangan. Satu pegang wajan, cuci piring, nyetrika, nyuapin, luluran, baca buku, mijetin suami, dampingin anak belajar, dll.

Huuuussss… gak usah halu. Emangnya kita ini di dunia kartun? hihihiiii…

Pada akhirnya, idealisme itu harus aku luluhkan. Letak bahagiaku bukan lagi pada kesempurnaan hasil. Tapi “sudah dikerjakan dan ada hasil”. Nah hasilnya ini yang harus kita syukuri apa adanya. Karena kalau ngejar sempurna, asli bikin stres sendiri.

Urusan rumah, akhirnya aku delegasikan ke ART. Walau kadang cucian piring gak bersih. Ya udah sabar aja, lap aja dikit, atau cuci ulang. Dengan sambil ajarin ART untuk lebih teliti. Begitu juga dengan pojokan rumah yang kadang gak kena sapu. Sabar lagi deh ingetin untuk besok pojokannya dibersihkan.

Dalem rumah maupun luar rumah, itu ada yang bantu Emak. Jadi asistenku ada 3. Dengan pembagian shift. Yang paling pagi jam 5.30, sedangkan yang paling malam pulang tergantung karyawan terakhir yang pulang. Bisa di atas magrib. Gak ada yang nginep.

Idealisme aku dan suami maunya anak-anak kami Homeschooling. Pengen memastikan apa yang masuk ke kepala anak, kami tahu dan sesuai standar yang kami inginkan. Lagi-lagi kami mengubur idealisme itu di tengah jalan. Merasa keteteran, terutama soal ilmu agama yang kami sangat tidak mumpuni. Akhirnya ikut sekolah swasta. Harus sabar lagi, untuk tidak mengejar standar pendidikan yang kami inginkan.

Begitu juga dengan urusan bisnis, sangat jauh dari idealisme aku dan suami. Maunya packing super rapi. Tapi karena gak mungkin kami packing sendiri terus, ya delegasikan kepada karyawan. Dengan diberikan training terlebih dulu. Tapi gak bisa 100% samakan standarnya dengan yang kami mau. Sabar lagi… walau nilainya 75% misalnya.

Konten, pengelolaan pelanggan, merawat mitra, pencatatan keuangan dan semua hal dalam bisnis, sudah aku delegasikan kepada karyawan. Apakah hasilnya sudah sesuai keinginan?

Belum, Mak. Masih jauuuuh dari idealisme kesempurnaan kami.

Aku dan suami sudah berada di titik mengubur ‘kesempurnaan’. Sebab itu bikin stres sendiri. Ada konsumen komplain kenapa Buku BOAP-nya belum sampai padahal udah seminggu,. Pas aku cek, ternyata ada 25 data keselip belum terkirim. Sabar… Sekali lagi gak ada yang sempurna. Dari 1.300 buku terjual, ada 25 biji keselip, yo wiiiss… sabar…

Bukan berarti dibenarkan dan dibiarkan loh ya.

Tapi di awal, kita sebagai leader, jangan terlalu menampakkan stres duluan. Coba lihat, dari sekian banyak orderan, gak sampai 5% kan kesalahan mereka. Apresiasi dong kesuksesan mereka. Lalu kita bantu carikan solusi atas permasalahan yang terjadi dan evaluasi sistem kerja agar tidak terulang masalah serupa.

Begitu juga dengan anak kita. Ketika dia melakukan 1 kesalahan, jangan langsung diomelin. Itu cuma 1, padahal kebaikan dia udah mau nurut sama orang tua dalam banyak hal selama ini gak kehitung.

Kayak anakku yang mogok sekolah hari ini. Padahal awalnya baik-baik aja. Eh dijahilin sama abangnya sampai nangis. Jadilah drama pagi, wkwk… Naik darah, pastilah. Tapi tahan… tahan… atur napas… sabar…

Nada tingginya gak aku tumpahin ke anak. Tapi ke suami hihiii… Abis itu aku peluk cium suamiku, elus-elus, ah adem lagii.

Kenali bagaimana cara Emak membalikkan good mood. Kalau aku siapin minuman manis, camilan, bongkar-bongkar rumah ganti suasana, abis itu lanjut mulai kerja lagi deh. Kayak yang ada dalam foto ini. Pojokan tempat aku kerja hari ini, Mak. Lokasinya nyelip di deket tangga.

Mohon maaf, HP pribadi ada 3 bukan sombong, nasib Emak Olshop. Dari 3 HP itu, ada 4 nomor Whatsapp. Nah Emak yang udah pada masuk grup Mak Muri, tahu donk ya Whatsapp aku banyak wkwk… Maklum grupnya ratusan.

Pagi, aku cek jadwal hari ini agendanya apa, lalu tulis berbagai hal yang mau aku kerjain. Dari urusan rumah sampai bisnis. Kalau gak ditulis, semua masih bergelayut di kepala, ini yang bikin kita mumet, Mak. Makanya aku tuh sampai cetak Jurnal sendiri. Biar sesuai dengan apa yang aku butuhkan.

Mulai kerjain 1-1 yang paling urgent, mudah dan memungkinkan untuk dilakukan. Walau pada akhirnya gak semua tuntas ditunaikan, its ok. Lagi-lagi sudah gak boleh ada kesempurnaan dalam hidup.

Aku memaafkan diriku atas ketidaksempurnaanku. Aku memaafkan diriku atas target yang belum tercapai.

Aku menghargai dan mengapresiasi diriku karena telah mau berjuang mengerjakan deretan panjang pekerjaan. Dan aku berterima kasih kepada diriku atas semua itu.

Maka berbaikhatilah kepada diri sendiri, jangan tuntut diri untuk menjadi sempurna. Jadi pejuang boleh, mengharap sempurna jangan.

Sungguh kesempurnaan hanya milik Allah.

Aku cintai diriku, karena Allah

Makanya aku nulis Buku BOAP “Bisnis Online AutoPilot – Cara Rekrut dan Kelola Karyawan Online” agar Emak juga bisa delegasikan urusan bisnis kepada karyawan. Supaya Emak bisa punya waktu untuk keluarga lebih banyak dan lebih berkualitas lagi.

Hari ini terakhir diskon 50% + Free Ongkir se-Indonesia. Tolong besok jangan ngerayu lagi ya. Biar dapet diskon bukunya, chat sekarang ke CS Diah

https://bit.ly/MauOrderBOAP

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

INSPIRASI ITU BUKAN DITUNGGU, TAPI DICARI

Sayangnya kita butuh ide konten sesegera mungkin, karena ada deadline yang harus dikejar. Atau ada PR dari Mak Muri yang kudu disetor. Lalu gimana cara mancing biar ide cepet hadir?

Ini biasanya yang aku lakukan:

1. Pindah lokasi kerja.

Aku gak punya kantor tetap. Sebulan bisa pindah beberapa tempat. Dapur, meja makan, kamar, balkon, taman, dll. Bukan sekadar ngilangin bosen, tapi juga untuk mancing sudut pandang baru dalam hidup. #eeaaa

2. Tambah pemandangan.

Seperti dalam foto di atas, aku semarakkan pojok ruang kerjaku. Ini hasil kemarin jajan. Terus suka aku ajak ngobrol dia. Yang ini aku namain Marimar.

3. Ambil buku secara acak.

Aku kutu loncat. Kalau baca buku suka random. Kecuali memang lagi butuh menyelesaikan suatu masalah secara dalam. Atau kepo banget sama isi bukunya, baru bisa sampai tuntas. Pilih buku, buka halaman secara acak, pilah paragraf, baca secara fokus. Tiba-tiba bisa dateng aja gitu ide konten.

4. Buka galeri foto di HP.

Sering banget, aku pilih foto dulu, baru bikin copywriting-nya. Ini ampuh buat aku. Simak foto secara detail, bisa jadi objek pembahasan loh.

5. Meluncur ke Pinterest.

Kalau cari konten ringan, aku cari berupa gambar unik. Sedangkan untuk konten berat, bisa nyarinya kategori quotes, tips, infografis, dll. Baru kemudian bahas untuk dijadikan konten.

Itu 5 cara yang paling sering aku gunakan untuk menghasilkan konten. Kalau Emak biasanya gimana?

Sharing donk…

MODAL 5 JUTA, JADI OMZET 2,5 MILIAR/BULAN, KOK BISA?

Aku kira usia bisnisnya sudah di atas 10 tahun, ternyata baru 6 tahun. Dan usahanya ini dikelola oleh Emak-Emak. Kok bisa sekeren itu pertumbuhannya ya?

Baru satu kali aku ketemu dengan sosok Emak Setrong yang tinggal di Bandung ini. Dan ternyata, kantornya juga gak jauh dari tempatku. Maa syaa Allah… Masih ada utang aku nih, belum main ke sana.

Sosok wanita tangguh ini lahir dari seorang ibu yang berprofesi sebagai guru. Ayahnya pernah memiliki lembaga kursus dan pelatihan. Namun bidang bisnis yang digelutinya jauh banget dari apa yang ditekuni kedua orang tua. Fashion muslimah menjadi pilihannya dalam berkarya saat ini.

Kira-kira udah bisa nebak belum nih, siapa yang lagi kita gosipin? hihihiii…

Aku suka banget dengan tujuan Emak yang satu ini dalam memilih bisnis, yaitu agar bisa punya penghasilan namun tetap punya banyak waktu untuk anak-anak dan suami. Maa syaa Allah… Cucok ya Mak dengan Buku BOAP.

Jangan kira perjalanannya mulus. Pedihnya banyak, Mak. Pantang menyerah dan gak mau ngeluh Emak yang satu ini. Waktu merintis, belanja kain tuh sambil bawa bayi panas-panasan, Mak. Maklum kan waktu merintis belum ada karyawan yang ngurus produksi. Jadi dari A-Z ya dipikirin dan dikerjain sendiri.

Aku kira, aku yang paling lama tinggal di PIM (Pondok Indah Mertua) 7 tahun. Ternyata Emak yang satu ini sampai 9 tahun loh, Mak. Sabar nabung dan muterin uang buat bisnis.

Kerugian yang pernah dialamin juga ngeriii… puluhan hingga ratusan juta. Bukan cuma karena gagal produksi, dikhianatin orang kepercayaan juga pernah sampai ratusan juta. Duuuh nyesek.

Kalo Emak sekarang lagi ada utang beberapa juta udah stres, coba gimana rasanya punya utang 1 Miliar, Mak? Duuh takut ya, serem banget. Emak yang satu ini, pernah ngalamin loh. Bahkan sampai nutup beberapa brand yang dimiliki karena kerugian.

Dalam waktu 6 tahun, dramanya sebanyak itu ya, Mak. Menurutku wajar jika sekarang dia terbentuk menjadi sosok Emak Setrong yang pantas Allah amanahi omzet 2,5 Miliar perbulan. Maa syaa Allah…

Udah pada penasaran belum siapa orangnya?

Kalau dilihat dari foto jadulnya itu, kenal gak siapa? Sekarang makin glowing tentunya hihiii…

Ya, Istia Hamdiati Nuri. Aku manggilnya Mak Isti. Usianya di bawah aku, tapi ketegaran dan prestasinya di atas aku, maa syaa Allah. Kini Mak Isti, Allah amanahi 3 brand fashion di bawah naungan Paku Payung Corp, dengan lebih dari 200 agen + 2.300 reseller.

Salah satu brandnya diberi nama Zeta Outfit. Ngeri banget, Mak, produk Zeta Outfit sudah terjual lebih dari 500.000 pcs. Duh merinding aku… cuan semua itu hehehee…

Tapi aku melihatnya, lebih kepada pemberdayaan yang Mak Isti usung. Sebab Mak Isti gak mau jual retail. Fokusnya membina Agen, agar bisa menjadi wasilah rezeki banyak orang.

Gak cuma nyediain barang yang berkualitas, Mak Isti juga menyiapkan kurikulum untuk pembinaan para agennya. Diskon Agennya gedem Mak, 30%. Belum lagi tambahan bonus. Pantes aja pada betah dan semangat jualan ya. Maa syaa Allah…

Jadi pengen ya Mak, jadi agennya dengan diskon segede itu dan tentu kualitas produk nomor 1. Yang aku suka juga dari Mak Isti ini, dia bertanggung jawab banget soal komplainan konsumen. Pokoknya konsumen dan agen harus happy.

Kalau kayak gini, pantes aja ya Mak rezekinya berlimpah. Kerja keras, tangguh, gak menyerah dan fokus membahagiakan banyak orang. Maka Allah bahagiakan juga hidupnya in syaa Allah. Luv u Mak Isti sayang. Terus berkarya dan menjadi inspirasi kami ya

Untuk Emak yang mau kenalan sama Mak Isti, cek aja FB Istia Hamdiati Nuri. Nah yang mau kecipratan cuan bareng Mak Isti bisa ke bawah ini:

http://bit.ly/PendaftaranAgenZETA

Diskon 30%.

Banyak Bonus.

Produk bergaransi kepuasan konsumen.

Diajarin cara jualannya.

Maa syaa Allah, kalau makin banyak Mak Isti lainnya, aku yakin ekonomi bangsa kita makin kuat ya, Mak. Jangan remehkan Emak Olshop. Sekali kibas, omzet miliaran. #eeaaa

Kalo mau sukses jangan ditunda, tanya-tanya dulu aja ke sini:

http://bit.ly/PendaftaranAgenZETA

Urusan rezeki Allah yang atur, asalkan kita mau ikhtiar dan tangguh kaya Mak Isti. Kesempatan mah selalu ada, masalahnya.. mau coba atau nggak.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

APA SEBENARNYA TUGAS KARYAWAN OLSHOP BAGIAN PEMASARAN?

Bingung ngasih tugas karyawan bagian pemasaran apa aja? Wajar sih memang, karena kita sendiri aja bingung apa itu pemasaran?

Itulah alasan kenapa aku rajin ikut berbagai workshop, seminar, baca buku, dll. Untuk mencari tahu berbagai keilmuan seputar pemasaran. Jadi nanti aku tahu tugas apa saja yang didelegasikan kepada karyawan bagian pemasaran. Karena bagiku, ini yang paling penting banget. Bisa dibilang bagian pemasaran itu tulang punggung bisnis.

Soal produk, berganti-ganti vendor, jenis produk, bongkar tim, itu gak masalah. Tapi, yang harus solid itu tim pemasaran. Benar-benar harus digodok dan jangka panjang investasinya. Karena buah dari tim pemasaran belum tentu langsung bulan itu juga.

Tim pemasaran tugasnya tidak hanya Marketing. Aku tambahin juga untuk ngurus Branding. Karena prosesnya melekat. Ada sih perusahaan lain yang memisahkan Tim Branding dan Marketing.

Intinya sih sederhana tugas Tim Pemasaran:

1. Mengubah orang yang belum kenal, menjadi kenal.

2. Mengubah orang yang kenal, menjadi tertarik.

Udah itu aja, selebihnya tugas Tim Penjualan. Nanti kapan-kapan kita bahas ya. Kelihatannya simpel cuma 2 poin ya, tapi rincian jobdesnya panjaaaaang banget.

Kita bedah yuk!

1. Belum kenal, menjadi kenal.

Dari 275 juta penduduk Indonesia, udah berapa juta yang kenal produk kita? 0,01% kayaknya ya Mak. Nah, tim pemasaran harus membuat berbagai strategi untuk membuat kehebohan di dunia maya (sebab kami full online pemasarannya). Supaya yang tadinya gak kenal, jadi ngelirik terus berkata, “Apaan sih tuh?”

Tim pemasaran nyari ide yang banyak, lalu diskusi bareng aku untuk menentukan strategi mana yang akhirnya terpilih untuk dieksekusi bulan ini. Ketika berjalan, bisa jadi strategi kami ganti di tengah-tengah jika memang kurang berhasil, atau sekadar poles juga bisa.

Pokoknya dinamis banget, Mak. Jangan terlalu kaku dengan perencanaan, kudu fleksibel dan adaptif terhadap keadaan.

2. Sudah kenal, menjadi tertarik.

Akhirnya mereka kenal kita, tapi belum yakin kualitas kita ini bagus dan belum ada rasa ‘butuh’. Di sinilah tugas tim pemasaran mengobrak-abrik persepsi calon konsumen untuk merasa ‘butuh’. Baik itu calon reseller atau calon end user/customer.

Berbagai value harus terkomunikasikan dengan baik. Jangan sampai produk bagus, tapi mereka gak tahu. Nah kan ini urusan ‘men-deliver-kan’ value-nya gagal.

Percuma barang bagus, kalau mereka gak tahu. Iyakan, Mak? Akhirnya jadi beli di olshop lain. Terus kita cuma bisa ngedumel, “Iiiiih dia kan barangnya biasa aja, barang aku lebih bagus dan harga udah dimurahin. Tapi kenapa dia laris banget, sedangkan aku sepi?”

Nah jadi siapa dong yang salah?

Hayu Mak, benahi lagi ilmu pemasarannya. Jangan puas dengan paham cara posting, tahu gimana bikin copywriting, ngerti ngedit foto. Itu gak cukup Mak! Terus semangat belajar, ya. Ilmu Allah luas bangeeet. 

Gaji Tim pemasaran berapa, Mak Muri?

Ada di buku BOAP “Bisnis Online AutoPilot – Cara Rekrut dan Kelola Karyawan Online Shop”

Udah pada baca, kan?

Apa? Belum punya? Ke mana aja pemirsa?

Dua hari lagi promo diskon 50% dan free ongkir se-Indonesia bakalan tutup. Cuma CS Diah yang bisa bantu Emak dapet diskonnya. Klik link di bawah ini.

https://bit.ly/MauOrderBOAP

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai